Sharing ASI dan Manajemen ASI Perah ala Mamah Suluh - Part 1 -

Puji Tuhan, Suluh sudah lulus ASI 1 tahun. Saat ini 13 bulan dan still going on, semoga bisa sampai 2 tahun, Amin. Memberikan ASI sampai 2 tahun sudah menjadi cita - cita Mamah e Suluh bahkan sejak sebelum hamil dan Puji Tuhan Ayah e Suluh juga ikut mendukung. Kenapa? Karena kami percaya ASI IS THE BEST. Makanan pertama yang terbaik buat bayi ya ASI :) Enam bulan pertama HANYA memberikan ASI untuk Suluh, lalu 6 - 12 bulan lanjutkan pemberian ASI dan berikan juga makanan pendamping ASI, dan melanjutkan menyusui sampai 2 tahun. Itu sudah jadi komitmen kami berdua untuk Suluh, dan adiknya Suluh (nantinya)

Tulisan tentang sharing ASI ini dibagi jadi 2 part ya...

Part 1 : Menyusui Pertama Kali, Kapan Mulai Pumping, Berapa Banyak Stok ASIP yang diperlukan

Part 2 : Tetap ngASI saat Kembali Bekerja, Media Pemberian ASI Perah

Nah, di bawah ini Mamah e Suluh ingin sharing pengalaman dan manajemen pemberian ASI perah (ASIP) untuk Suluh yang udah dijalani selama setahun ini. Sebenarnya kalau mau googling dengan keyword : ASIP, manajemen ASI Perah dll akan muncul banyak postingan dari emak - emak yang juga sharing pengalaman mereka. Mamah Suluh juga sering browsing, hehehe buat tambah ilmu dan juga penyemangat. Soalnya kalo browsing dan nemu cerita yang mirip sama pengalaman pribadi itu rasanya.... I'm not alone ^_^
 
Niat  memberikan ASI untuk Suluh terinspirasi dari teman sekantor Mamah Suluh. Saat itu temen kantornya Mamah yang sudah masuk lagi setelah cuti melahirkan selalu membawa 2 tas. Setelah bertanya dan sedikit interogasi, ternyata tas yang satu adalah cooler bag untuk menyimpan ASI perah. Woooowww!!!!! Mamah Suluh gumun….. ternyata ASI bisa ya diperah terus disimpan di kulkas untuk diberikan pada bayi ketika tidak bersama ibu… Kalau begitu enggak butuh susu bubuk lagi dong (waktu itu belum kenal istilah susu formula). Waaaah…. Hebaaaat yaaa….  Hemat juga!
Hahhaa Mamah Suluh tahun 2011 itu kan masih katrok, cupu, belum nikah, mana tau hal – hal seputar per-ASI-an :D So, thanks a lot to my office mate, mbak Eni yang untuk pertama kalinya membukakan mata Mamah Suluh dan memberikan pencerahan tentang ASI Perah.
Then…loncat ke akhir tahun 2014, ketika Mamah sedang mengandung Suluh. Excited, pake banget!!! Mamah semangat banget browsing dan googling segala hal tentang perlengkapan bayi baru lahir, persiapan melahirkan biar bisa lahiran per vaginam, termasuk browsing tentang ASI dan manajemen ASI Perah. Intinya Mamah berusaha cari ilmu sebanyak mungkin, biar pas saatnya tiba, engga kudet. Sempat juga ikut Kelas Edukasi Menyusui yang diadakan AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Jogja.

Menyusui Pertama Kali, Bagaimana Rasanya?
Ketika Suluh lahir, walau tidak sempat IMD, tapi Suluh pinter banget nenen. Cuma beberapa hari saja Mamah merasa putingnya perih, tapi nggak sampe luka. Nah, untuk teman-teman yang merasa kesulitan saat pertama menyusui, atau ada masalah menyusui, puting perih, luka, mendelep, sebaiknya segera cari bantuan secepatnya ya! Bisa ke Klinik Laktasi, biasanya di setiap rumah sakit besar ada, atau meminta bantuan konselor menyusui. AIMI punya konselor – konselor menyusui yang tersebar di berbagai kota dan siap membantu busui – busui yang kesulitan menyusui. Kenapa harus secepatnya? Biar segera bisa diatasi dari akar masalahnya. Misalnya puting lecet dan luka ketika awal – awal menyusui. Ada yang bilang dioles ASI saja nanti kan sembuh sendiri, tapi sebenarnya yang harus dicari adalah kenapa bisa sampai lecet?? Mungkin pelekatannya kurang tepat, bayi hanya ngenyot puting saja. Nah kalau nggak ketauan penyebabnya, walaupun sembuh, ada kemungkinan bakal terulang. Kalau terulang terus, kan bisa trauma… Trauma pas maunenenin, akhirnya gak jadi mimik ASI…
Jadi, jika ada masalah menyusui, apapun itu, yang bikin newmom ragu, khawatir, dll, segera minta bantuan pada orang yang tepat yang tahu ilmu perASIan.

Kapan mulai Pumping/Memerah ASI?
Ada dua pendapat, yang satu menganjurkan nanti saja kalau cuti bersalin sudah mau habis. Sementara masih cuti, dimaksimalkan menyusu langsungnya, karena stok ASIP, asal manajemennya tepat tidak perlu sampai berfreezer – freezer. Pendapat yang satunya pumping as soon as possible. Habis lahiran langsung pumping untuk stok. Monggo silakan dipilih sesuai keyakinan hati :p Mamah Suluh mulai pumping dua hari setelah lahiran karena payudara mulai bengkak, sedangkan Suluh minumnya masih sedikit. Karena payudara bengkak dank eras, Suluh jadi kesulitan nenen. Akhirnya Mamah ambil jalan tengahnya : dipompa, dikeluarkan sebagian dulu baru Suluh bisa nenen. 

Kapan Mulai Stok ASI Perah?
Walaupun mompa sejak Suluh umur 2 hari, namun Mamah Suluh belum nyetok ASIP beku untuk Suluh, simply karena kulkas di rumah Salatiga Cuma 1 pintu, dan itupun penuh bahan makanan -_-. Sempat sih nyetok beberapa kantong ASI, waktu Suluh umur sebulan kalau gak salah, karena mau didonorkan tapi tidak berkelanjutan donornya. Oya, ASIP di freezer kulkas satu pintu kan hanya bertahan 2 minggu saja #infografis penyimpanan ASIP#, dan waktu itu cuti bersalinnya masih 2 bulan lagi, jadi walaupun nyimpan ASIP beku juga bakalan mubazir gak kepake keburu kadaluarsa.
Seminggu sebelum cuti habis, Mamah dan Suluh boyongan dari Salatiga ke Jogja. Sisa cuti seminggu itulah yang Mamah maksimalkan untuk stok ASIP beku.


 Panduan penyimpanan ASI Perah (dari web idai.or.id)

Perlu Berapa Banyak Stok ASIP, Berapa kali Pumping dalam sehari dan Sekali Pumping dapat berapa mL sih?
Mamah Suluh sempat kepikiran sewa freezer untuk nyimpan ASIP, seperti foto – foto yang bertebaran di social media J Tapi Ayah e Suluh mengingatkan, buat apa simpan ASIP berfreezer – freezer, jika masih bisa menyediakan yang fresh, atau belum dibekukan. Stok beku secukupnya saja, nggak usah sampai sewa freezer. Lagian kualitas ASI pasti mengalami penurunan semakin banyak jika disimpan terlalu lama. Benar juga, karena ASI sebenarnya cairan hidup yang komposisinya menyesuaikan dengan umur bayi. Yang paling baik tentu saja bayi minum ASI sesuai umurnya, misal Suluh sudah 6 bulan masih minum ASIP beku yang diperah saat Suluh umur 3 bulan ya gapapa sih, tapi menurut Mamah tidak maksimal aja manfaatnya J  Oke, Mamah Suluh sependapat sama Ayah, walaupun sebenarnya rada ragu juga, tapi NIAT pasti BISA jadi pegangan aja.
Tentang seberapa banyak perlu stok ASIP itu Cuma pendapat Mamah dan Ayah Suluh aja ya, gak harus saklek begitu. Setiap orang kondisinya beda – beda. Ada juga yang lebih ayem stock banyak, in case something happened, misalnya tiba – tiba sakit dan tidak bisa memberi ASI, atau harus dinas luar kota dalam waktu yang cukup lama… Haa…tentang dinas luar ini, akhirnya karena itulah akhirnya stok ASIP bekunya Suluh dicairkan :D 

Awal pumping, apalagi baru saja lahiran jangan berharap dapat berbotol – botol kaya yang diaplod emak – emak itu yaaaa :D Mungkin Cuma netes, satu mili, dua mili, Cuma mbasahin pantat botol. Namanya juga baru lahir, bayi butuhnya juga masih sedikitttt…. 


 Mamah Suluh sempat bingung, ini payudara udah bengkak, sakit, kok dipompa Cuma keluar segini >_<  Pas itu ya pokoknya sering – sering dinenenkan Suluh ajalah. Tiap kali bangun sodorin nenen :p kadang dikompres air anget, baru dipompa. Lama – lama jadi banyak juga lhooo… Prinsip produksi ASI kan menyesuaikan kebutuhan bayi. Saat baru lahir, bayi butuhnya sedikit, semakin besar, kebutuhan meningkat, produksi ASI juga meningkat. Ini juga yang melatar belakangi kenapa para ibu bekerja wajib memerah ASI selama berpisah dengan bayinya. 

Mulai dari 10 ml, 20 ml, akhirnya pada saat Suluh umur sebulan, sekali pompa bisa 100 – 150 ml. Mohon jangan dijadikan patokan harus segitu yaa…. Karena sekali lagi, produksi ASI menyesuaiakan kebutuhan bayi. Kebutuhan ASI Suluh berbeda dengan bayi lain. Seminggu sebelum cuti bersalin usai, Mamah Suluh mulai rutin pumping untuk stok ASIP beku. Dalam sehari bisa 4 kali pumping, waktunya kondisional aja. Pagi sampai sore biasanya Cuma sempat pumping sekali karena Suluh nemplok terus, kecuali pas tidur. Sore sampai subuh hari berikutnya bisa 3 kali pumping. Jam 7/8 malam, tengah malam dan subuh jam 4/5 pagi. Itu jam – jam sebelum Suluh biasanya bangun/nglilir untuk nenen. Dengan ritme seperti itu, sampai hari H harus kembali kerja, freezer dua rak sudah penuh dengan ASIP beku. Enggak ngitung berapa banyak.

Lanjut ke Part 2 ^_^

Comments

Popular posts from this blog

Kurang dari Dua Minggu

Kurang dari Sebulan

Kostum Kami