Posts

Showing posts from November, 2013

Buncis Ala Singapore

Image
Ketika makan di D'Cost Solo dan pesan buncis ala singapore, ternyata Mas suka banget dan saya janji mau masakin buat dia. Sabtu ini, akhirnya saya niatkan memasak buat Mas ;-) Buncis ala Singapore alias tumis buncis dan daging giling. Bahan : - Buncis, biasanya pakai baby buncis/buncis muda. Tapi saya pakai buncis biasa. Untuk porsi berdua cukup segenggam buncis. Rebus sebentar dalam air mendidih yang ditambah sedikit garam. Tiriskan dan siram dengan air dingin. - Daging sapi giling 100 gram. - 3 siung bawang putih, cincang halus - Setengah siung bawang bombay, cincang halus. - Satu jari jahe, kupas, cincang halus - 1 sdm kecap asin - 1 sdm kecap Inggris - 1 sdm kecap manis - 1 sdm minyak wijen - Minyak goreng untuk menumis - Gula garam secukupnya. Cara memasak : Tumis bawang dan jahe sampai harum, lalu masukkan daging cincang, aduk sampai berubah warna. tambahkan kecap asin, kecap inggris, kecap manis, minyak wijen dan gula garam sedikit. Masukkan buncis, aduk r...

Dekorasi Pelaminan ^_^

Image
Seperti saya sudah pernah cerita, awalnya Mamah pengin kita pakai jasa dekor baik dekor rumah, gereja dan pelaminan dari tetangga rumah :p tapi saya ngeyel pakai paket dari Catering aja, yang udah jelas - jelas berpengalaman :p Win - win solutionnya, akhirnya dekor rumah dan gereja dipasrahkan pada tetangga kami, Pak Joko sedangkan dekor pelaminan di gedung diserahkan pada pihak Rose Catering. Akhirnya saya deal dengan pihak catering, dengan bu Yuli tentang dekorasi pelaminan saya. Browsing - browsing dan saya jatuh cinta pada pelaminan ini Maafkeun, saya lupa catat gambar ini sumbernya dari mana >__<  googling aja sih dan udah lama juga nyarinya.... Poin yang saya tekankan pada Bu Yuli adalah bahwa dekor pelaminan saya nantinya : 1. Tidak full gebyok. Seperti pada foto, gebyok cuma di tengah, pas kursi pengantinnya aja.  2. Bunga full dan warna - warni, oh gosh, ini yang bikin mahaaaal >__< dari awal Bu Yuli sudah mengingatkan sih, kalau bunganya seb...

Balada Nama Kami Berdua & Progress Undangan

Image
Yups, seperti saya sudah pernah cerita tentang riwayat nama panggilan saya di   Diary Mak Pe , jadi panggilan saya itu banyak. Di rumah dipanggil Dhani, dulu jaman kuliah dipanggil Ve, sekarang kerja dipanggil Vero :D Demikian juga calon suami saya. Nama lengkapnya Danang Aryo Prakoso. Di rumah dipanggil Danang, di kantor BWI dipanggil Aryo, teman - teman teater juga panggilnya Aryo, sementara panggilan teman-teman kampusnya beda lagi, ada Ucil, Bejo dan entah sepertinya banyak lagi :p Dan di Kereta Madiun Jaya itu, Saya memperkenalkan diri dengan nama "Vero" dan dia "Danang". Well, hal pertama yang terlintas dalam benak saya : Oh no, kenapa dengan Danang?? Teman kantor saya ada yang namanya Pak Danang. Suami atasan saya juga namanya Pak Danang :p dan saya ini paling tidak bisa dengan sesuatu yang pasaran >__< makanya ketika kami mulai dekat, saya minta izin padanya, "Boleh nggak kalo aku panggil Mas Aryo aja? Soalnya di kantorku udah banyak yang...

Kostum Kami Nanti :p

Image
Lupakan kejengkelan tentang Undangan. Kali ini saya mau posting tentang Kostum  :) Seperti saya pernah ceritakan, bahwa tidak ada Beskap yang ukurannya PAS buat mas yang bertubuh mungil, maka untuk acara resepsi, saya dan Mas sepakat mau jahit perdana sepasang beskap dan kebaya warna Tosca. Okeh, untuk baju resepsi semua urusannya Bu Yayuk, perias saya. Mas juga sudah diukur badannya untuk dibikinin beskap. Saya, katanya ga perlu ukur badan :p Kenapa ye?? Badan ideal kali yaa :p Saya cuma request model ga usah berbuntut panjang. Selain mahal, kayanya juga ga bakal terlalu keliatan kok. Wong foto di pelaminan kan cuma keliatan depannya tok :p Sedangkan untuk pemberkatan di Gereja, saya mau pakai kebaya wana putih. Sempat nyoba 2 kebaya warna putih. Bagusan yang mana?? Yang ada aksen gold nya itu buntutnya panjang, nyapu lantai. Huft, si Mas ni gak pinter ambil angle fotonya :p cuma depannya tok yang difoto :p   Kalau yang satunya, ga sampai ada buntutnya dan...

Undangan, Hiks

Dear bridezilla, siang ini habis dari Percetakan undangan, dan saya shock T__T Harga undangan kami yang semula 5.000,-  naik jadi -ditawarkan 6.500,- gara-gara kami pengen undangan dicetak tiga macam, sesuai jam resepsi kami. Jadi ceritanya resepsi kami bakal digelar dalam tiga sesi, nah kami pengennya jam resepsi di undangan itu dibuat berbeda- beda, tidak mau kalau cuma ditutup dengan sticker.  Salah saya juga sih, enggak menanyakan hal tersebut sejak awal. Padahal waktu survey di percetakan lain, saya sempat nanya, dan mereka bilang ga mengubah harga. Saya pikir sama aja, tapi ternyata di vendor saya ini kok kenaikan harganya drastis banget T_T Tawar punya tawar akhirnya sepakat di harga 5.800,-  Total kami harus nambah 560.000,- Hiks  Udah gitu, sejak pertama kali dibikinin desain, saya sebenarnya udah feel ga enak >__< karena desainnya kurang elegan. Tapi karena sejak awal kami ngincer harga murahnya, makanya kami nekat pesen disana. udah DP h...

Administrasi Gereja dan Catatan Sipil DONE

Hay hay, back to wedding prep post :) Saya mau berkabar bahagia, urusan administrasi (yang paling jadi momok) baik administrasi Gereja maupun catatan sipil sudah selesai. Selesai artinya sudah lengkap semua dan sudah dikumpul di sekretariat Gereja. Plus bayar biaya catatan sipil sebesar 175.000 dibayarkan di sekret gereja juga. Sedikit tips untuk yang baru mau mulai mengurus administrasi pernikahan : 1. Pihak pria sebaiknya mulai mengurus administrasi N1-N4 lebih dulu, karena untuk mendapatkan N1-N4 di pihak perempuan, membutuhkan fotokopian berkas N1-N4 dari pihak pria. 2. Siap - siap makan hati jika petugas Kelurahan/Desa minta biaya. Di Kelurahan saya, Salatiga, "cuma" diminta 20.000, sedangkan di DESA MAKAMHAJI, KARTASURA tempat calon suami saya mengurus N1-N4, harus bayar sebesar 100.000!!!! tanpa kuitansi atau bukti pembayaran!! Kalau mau bahas ini jadinya pasti panjang dan saya kemarin sempat marah - marah juga karena mas pasrah aja diminta uang segitu, mala...

Bogor, Alone, Part 2 : Hunting Oleh - Oleh

Acaranya itu nggak jelas. Molor jelas!!! Di jadwal ditulis pendaftaran peserta mulai jam 13.00, saya jam 12.00 dah sampai hotel dah pengen mandi ternyata check in baru bisa jam 14.00, itupun harus menunggu panitia datang. Singkat cerita baru jam 15.00 saya bisa mandi :p dan entah kenapa jadi kepikiran pengen banget asinan bogor. Langsung saya tanya Om gugel dan nemu dua blog yang cerita dengan menggairahkannya kuliner - kuliner di Bogor.  Ini Yang Pertama , bikin saya makin ngiler pengen Asinan Bogor Gedung Dalam dan Roti Unyil Venuss :p Fyi, saya nginep di Hotel Salak, yang ternyata dekat banget sama Stasiun Bogor, jalan kaki aja nyampe :p Bad news nya, di Bogor kota ini agak susah cari taksi. sepanjang hari saya jarang banget lihat taksi. Tanya punya tanya, ternyata taksi cuma ada di sekitar terminal Damri. Jadiii....ketika mau cari oleh - oleh, saya harus ngangkot. Browsing is not enough, karena saya sama sekali ga ada gambaran peta kota Bogor. Akhirnya saya nanya res...

Bogor, Alone, Part 1 : Bogor Botanical Garden

Image
Jadi, saya berangkat ke Bogor dengan excited karena beberapa hal : Akhirnya bakal naik kereta eksekutif :-P walaupun dibilang bakal adem bgt, nyatanya enggak kok, saya bisa bobo dengan nyenyak. Katanya hotelnya deket Kebun Raya Bogor. Yihaa!!! Dah lama bgt pengen ke kebun raya :-P Bisa nyobain commuter line :-P Saya berangkat dari Jogja naik kereta Bima jurusan Surabaya Gubeng -Gambir dengan tiket 300.000 Dari jogja jam 23.00 sampai Gambir 06.30, ga terlalu pagi, mengingat acara saya di Bogor mulai jam 13.00 (jadwalnya sih gitu). Ternyata kereta komuter sekarang sudah ndak berhenti di Gambir. Jadi saya ngojek ke stasiun Juanda. 15.000 gak mau ditawar. Wah, ternyata kereta komuter lumayan keren. Udah pakai kartu dan kalau mau masuk peron, kartunya di tap di gatenya. Perjalanan jauh dekat tarifnya sama, 4500 ditambah 5000 sebagai jaminan kartu. Nanti di stasiun tujuan, uang yang 5000 nanti akan dikembalikan. Dari stasiun Juanda saya naik komuter relasi Jakarta kota - Bogor. ...

Prewedding Treatment Project!

Oh dear, sebagai pecandu spa, bisa-bisanya saya hampir melupakan yang namanya prewed treatment! Ini malah baru inget belum merencanakan apa2 buat prewed ketika lagi spa di Sabtu yang selo sehabis pulang dari Bogor. Hmmph, sambil dipijet2, saya mulai merancang prewed treatment untk saya sendiri. Rajin dan lebih banyak minum air putih. Saya susah bgt kalo disuruh minum air putih padahal saya tau dan yakin banget kalo kurang minum air putih itu bkin kulit kering dan kusam Makan lebih banyak buah, dengan alasan hampir sama seperti di atas. Hmph, kalo asinan bogor sama rujak lotis masuk hitungan ga ya??? Body Scrub di kost ajah, favorit pake Wardah yang Olive :-) Seminggu sekali. Start from now Hairspa, sudah rutin sebulan sekali :-P kadang lebih dari sekali malah. Fruit Hair Spa di Larissa. Kadang juga creambath di salon biasa. Facial juga udah rutin di Larissa. Mulai bulan ini mau coba ambil paket hi Tech treatment yang pake sinar. Katanya bkin wajah cerah :-P Meni pedi, tar men...

Buku Tamu dan Kotak Cincin

Image
Ini yang saya maksud hadiah di tengah kesesakan karena kangen kemarin. Surprisingly, paket dari Tuban itu datang dan membuat saya tidak sabar untk membukanya. Tarraaa!!!! Buku tamu @45.000 bonus pulpen Kotak cincin 45.000 Warna bisa custom sesuai keinginan. Sayang ga ada fancy paper warna tosca, jadinya pilih ijo saja. Btw kemarin sempat liat di Mirota Kampus, buku tamu ada juga yg seharga 16.000, tapi ya biasa, depannya kaya album foto jadul. Tapi kalo mau, bisa dihias sendiri, bisa jadi ky punya saya :-) Ada juga yang hardcover dengan ukiran wayang, elegan banget 46.000, sayang pasti ga matching dengan wedding theme saya yang warnanya ijo. Kotak cincin, sengaja pilih hijau tua. Dan jadinya baguus :-) suka banget. Vendor : Cuwie Creation 081904670669 Fb: cuwie creation Blog : Cuwie Creation

Kangen

Image
Penting gak sih, padahal tiap Sabtu Minggu juga ketemu??? Tapi entah kenapa semingguan ini saya merasa sangat nggrantes kangen sama Mas. Pengen ketemu face to face. Apalagi saat mendengar Mas bakal tugas luar selama dua minggu T_T Bahkan telepon, yang biasanya cukup membuat saya tenang, kemarin sama sekali tidak ngefek. Akibatnya jelek banget, saya gak fokus kerjaan, padahal deadline SPJ harus kelar sebelum saya berangkat ke Bogor. Telpon juga malah hawane bikin tambah nggrantes...kadang berakhir dengan sdkit kejengkelan, padahal Mas begitu sabar menenangkan saya. Weekend terasa begitu lama, mau berangkat ke Bogor rasanya juga dengan setengah hati. But in the morning of Wednesday, this simple conversation really made my day. Mengangkat mood saya, membuat saya sukses menyelesaikan spj, dan berangkat ke Bogor dengan legowo. Magic huh?