Progress Report on Early October

Hei hei whats up??
Minggu kemarin kami sudah ngambil formulir pendaftaran di Kantor Paroki Salatiga. Seharusnya sekarang sudah bisa posting syarat-syarat untuk menikah secara Katolik di Paroki St. Paulus Miki Salatiga. Tapi maafkan kemalasan saya >__< syarat2 yang diperlukan disiapkan saja belum, huhuhuuu.... mau bawa ke fotokopian aja kok ditunda-tunda terus....

Btw, apa saja ya yang belum beres?? Perlu bikin checklist ga ya??
Jatah saya dan Mas cuma : Undangan, souvenir dan dokumentasi. Di Luar itu sudah di handle oleh Ibu Suri, Mamah saya :p Yah, Mamah dan Bapak saya ini memang masih berpegang teguh bahwa Mantu pertama ini adalah acara mereka (padahal yang nikah kan saya yak :p) jadi semua urusan juga mereka yang handle. Untungnya Mamah masih inget kalau anak wedok nya ini punya sedikit kemauan :p termasuk pemilihan vendor dokumentasi yang udah ga bisa diganggu gugat maunya pake Leufrand Photography :p

Sedangkan vendor gedung resepsi, sejak zaman baheula Mamah sudah ngincer Wisma Kasih Sinode. Tidak bisa ditawar lagi. Alasannya simpel : dekat Gereja, dekat rumah dan ada penginapannya juga. Walaupun sebenarnya yah.... kapasitasnya cuma muat 500 orang :( rencananya resepsi saya nanti bakal dibikin 3 shift biar ga terlalu berjejalan di dalam gedung.

Untuk katering, dulu awalnya sempat pengen pakai Sinar Mulia Katering, tapi ternyata Mamah berubah pikiran. Katanya udah bosen sama SM, jadi pengen ganti dengan ROSE Catering yang lokasinya ternyata masih tetanggaan sama SM.Urusan menu, jumlah yang dipesan, saya dah ga ikut2an lah, pasrah bongkokan sama Mamah. Cuma request menu gubuknya ada Selat Solo (huhuhu....semoga aja rasanya 11-12 sama Selat Solo Mbak Lies favorit kami)...

Dekorasi...masih ngambang. Rencana Mamah mau minta bantuan tetangga yang biasa ngerjain dekorasi untuk berbagai acara. Saya sendiri rada ragu. Hmmm...... ga punya contoh2 dekorasi yang udah jadi yang udah dipilih >_< belum juga temanya masih bingung. Memang main theme nya pengen ijo, tapi kan ijo juga macam2 : ada ijo botol, ijo lumut, ijo alpukat. Sementara saya pengennya pake kebaya ijo tosca. Belum lagi kalo vendor catering beda sama vendor dekorasi berarti harus ada ektra koordinasi biar gak miss, terutama warnanya biar bisa matching.

Perias, sedari dulu sudah ditetapkan Bu Yayuk Soeprapto. Cuma saya dan Mas belum sempat ketemu langsung dengan Bu Yayuk. Belum milih kebaya, cuma Mamah yang sudah sowan ke Bu Yayuk duluan. Hmmph, ini yang harus segera dibereskan : milih, fitting kebaya. Rada khawatir juga bakal agak susah cari beskap buat Mas, soalnya dia kecil gitu.... Hmmmm.....semoga ga ada halangan yang berarti yah :)

Souvenir : Sudah ditetapkan green souvenir sukulen dan baby anthurium. Untuk baby anthurium gelombang cintanya di bibit sendiri penuh cinta oleh Mamah ^__^ so proud of you Mom, sebagai wanita karir, masih sempat berkebun ngurusin souvenir untk anak wedok :) Kalau dipikir, Mamah memang suka bikin souvenir sendiri, dulu pas adik bungsunya menikah, Mamah juga yang mbikinin souvenir. Pas jaman itu lagi musim gantungan kunci dari mote, ada yang bentuk anggur, salib, bahkan kelinci. 
Karena gak mungkin membibit 800an gelombang cinta, maka kami putuskan sebagiannya pakai kaktus/sukulen saja. Tentang ini, thanks banget sama sahabatku dari SMP (yang actually lama gak ketemu ) ; Daniel yang ngasi info tentang kaktus di Kopeng. Apalagi harganya ternyata sudah ditawarin sekalian sama Ibunya Daniel :o benar2 kami ga perlu menawar, udah dapat harga yang murah banget. Thanks a lot, Dan.
Untuk kemasan, kami pilih pakai tas kertas, order sendiri. Tadi dah kirim email, tapi belum ada balasan. Sepertinya perlu rada dikejar-kejar.

Undangan : Bimotry
Materi belum masuk, nunggu urusan surat Gereja selesai.
Dapat vendor ini karena diinformasikan si Umbo yang ternyata nyetak undangan hardcover bisa dapat 3500. Kita udah optimis bisa dapat harga di bawah 5000 kalau berpatokan dari  undangannya si Umbo, kalaupun naik ya paling ga 4000an lah.... Ternyata eh ternyata yang seharga undangannya Umbo itu kalau cetaknya pakai kertas Ivory. Kalau mau pake kertas Jasmine yang absolutely lebih elegan, harganya ga bisa segitu >__<  setelah pengeyelan dan penawaran, bahkan sempat kepikiran luarnya pake Jasmine dalamnya ivory, akhirnya diputuskan semua pakai kertas Jasmine saja, plus amplop dan pita seharga 5.000.
Kemahalan ga siih??? Habisnya kemarin survey ke tempat lain undangan semacam yang aku mau itu start from 6.000....

Hohoho, that's all progress so far. ^__^


Apalagi ya???

Comments

Popular posts from this blog

Kurang dari Dua Minggu

Kurang dari Sebulan

Kostum Kami