How did We Meet 1 - The Train
Adalah sebuah pertanyaan wajar yang diajukan pada kami mengingat kami
berdua itu kalo dipikir-pikir sama sekali nggak ada kesamaannya. Yaaah,
walaupun sama2 alumni UGM, tapi selisih 6 tahun dan beda fakultas jelas
bikin kami sama sekali nggak kenal sebelumnya.
Well, dan inilah kisah pertemuan pertama kami yang berlanjut pada pertemuan-pertemuan berikutnya.
Pertemuan
pertama kami benar-benar ketidaksengajaan. Sudah berpuluh-puluh kali
aku menempuh jarak Jogja-Solo pp dengan kereta prameks/sriwedari/madiun
jaya dan sejenisnya. Berpuluh-puluh kali aku duduk bersebelahan dan
berhadapan dengan sekian puluh orang. Dan dia adalah salah satu diantara
sekian puluh orang itu.
Dan jika dia tidak istimewa, tak mungkin aku berpaling padanya :D
Ya,
dia istimewa, aku tahu sejak pertama kali pembicaraan kami mengalir,
mengalir dan tak terputus kecuali ketika kereta kami tiba di Stasium
Purwosari.
Begitulah, Sabtu 2 Maret 2013, Kereta Madiun Jaya 10.15 berangkat dari Stasiun Tugu Yogyakarta.
Aku bertemu dengan dia, ibunya dan keponakannya, Anin.
Tertawalah,
mungkin ini terdengar konyol bagi kalian. Kenalan di kereta, ngobrol,
tukeran no hape dan berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya.
Seperti adegan sinetron, but it did happen!!!
Begitulah yang
terjadi pada kami :) dan kami selalu tertawa geli bila mengingat momen -
momen awal perkenalan kami, obrolan-obrolan awal kami :) menyenangkan
dan sedikit unbelieveable.
Serendipity happened, we said. A Fortunate Accident. I'll tell you in the next post.
<-- Anin yang senyum-senyum sama aku di kereta :)

Comments
Post a Comment