Delayed Holiday

Acceptance is always hard at first :(

Dan Rencana tidak selalu semulus yang kita bayangkan.

Awal Juni kemarin aku dan mas memesan tiket Jogja-Denpasar dengan harga promo 1,5 juta pp untuk berdua. Kebayang kan betapa bangga dan excitednya kami berdua mau liburan ke Bali. Siapa sangka sebulan sebelumnya, tepatnya kemarin malah dapat kabar kalau si Mas mau dinas luar dari tanggal 24-29 Agustus. Sementara tiket berangkat kami tanggal 30 Agustus, penerbangan pertama jam 6 pagi.
Gak masalah sih kalo Mas cuma ke Jakarta. Lha ini meh ke India!!!! -__-"

Mood langsung drop sampai level terendah.  Si Mas pasti udah feeling guilty banget :( aku juga kecewa, kok ya ngepasi banget...

Malamnya kami ngobrol, walaupun udah mencoba menenangkan diri, moodku masih berada di lowest level. Masih terasa banget gelonya, tapi Mas dengan sabar menghiburku, said everything is okay, kita masih bisa berangkat, walau kehilangan satu hari... kemudian muncullah berbagai skenario.

1. Aku Tetap berangkat tanggal 30 Agustus sendirian. Dan Mas mau nyusul aja, nanti dari Jakarta cari flight ke Denpasar entah tanggal 30 Agustus malam atau tanggal 31 Agustus pagi.
Usul ini aku tolak mentah-mentah. Yang pertama jelas aku gak tega, Mas dengan koper dan ranselnya, dari New Delhi, penerbangan 7 jam mau langsung ke Bali. Wes terbayang betapa kucelnya dia, dan betapa banyak barang yang dia bawa.

2. Tiket di Air Asia gak bisa di-refund dengan alasan apapun. Alternatif yang bisa dilakukan adalah resechedule, alias mengganti tanggal. Browsing punya browsing, kalau melakukan reschedule, kita bakal nombok harga tiket plus masih bayar fee untuk penggantian hari. Dan fee nya mahal bangeeet!! Hampir sekitar 250ribu! Untuk 2 penerbangan pp berarti harus bayar sekitar 1 juta cuma untuk fee reschedule, belum termasuk nombok harga tiket :((

3. Reschedule sekalian buat honeymoon tahun depan!!! Hhh... pilihan yang cukup berat juga karena kita berdua sebenarnya gak mau honeymoon di Bali...

Sampai saat ini belum ada keputusan yang kita ambil.
Worst case nya adalah terpaksa reschedule dan nombok cukup banyak. That means kita ga jadi dapat tiket promo :( Sekarang kita berdua masih nunggu flight schedule nya Mas,baru kemudian mau itung-itungan pilihan mana yang bakal kita ambil. Kalau mengharap kerugian itu nol rupiah jelas gak mungkin, tapi paling tidak, harus cari alternatif yang paling sedikit kerugiannya.

Hhhh...Semoga ada jalan terbaik :) Tetap optimis ^__^
Kalo Mas sih bilang kita lagi diuji seberapa besar kita menginginkan liburan ke Bali itu :p

Comments

Popular posts from this blog

Kurang dari Dua Minggu

Kurang dari Sebulan

Kostum Kami