Radika Paradise, Resort Unik di Gunungkidul

Salah satu bucketlist travelling kami adalah pergi ke pantai di Jogja kemudian menginap di sekitar pantai agar bisa puas sepuas - puasnya main air dan menikmati matahari terbenam. Sayangnya selama lima tahun lebih pernikahan, sekalipun belum pernah nginep, baik di pantai - pantai Bantul, maupun Gunungkidul. Ya terutama karena belum sreg sama penginapan2nya sih :p Maunya di Queen of the South biar instagramable tapi kok harganya mahal juga, mundur perlahan deh :D

Kemudian setahun lalu, saya pas dapat jatah pemantauan air laut ke Gunungkidul. Kami melewati Pantai Pulang Syawal untuk menuju ke Pantai Jogan. Nah setelah melewati Pantai Pulang Syawal itulah saya melihat bangunan - bangunan yang unik di kanan jalan. Sekilas terbaca "Radika Paradise". Wah, saya langsung kepikiran apakah ini hotel terbaru di Gunungkidul? Saya langsung browsing, dan dapatlah nomor marketingnya :p Setahun lalu, Radika Paradise belum masuk di OTA, jadi saya harus WA marketingnya untuk menanyakan room rate. Selain room rate, saya juga dikirimi foto - foto kamarnya yang membuat saya langsung berpikir : Wah, layak dicoba nih, macam hotel bintang di Gunungkidul :D
Radika Paradise tampak dari parkiran mobil

Setahun kemudian akhirnya saya kelakon mencoba menginap di Radika Paradise. Tentunya karena sudah ada anggota keluarga baru, jadi kami bisa lebih yakin pergi ke Gunungkidul :p Walaupun sempat ketar ketir juga mengingat jalannya naik turun berkelok - kelok bahkan pas tanjakan jalannya seolah menghilang :D Puji Tuhan bisa terlewati dengan baik.

Kami berangkat pukul 12 siang dari rumah dan memilih lewat jalur Panggang. Ternyata sepanjang jalan lumayan sepi sehingga cuma 2 jam saja kami sudah sampai di lokasi. Kami istirahat sebentar, lalu langsung bersiap - siap main di Pantai Pulang Syawal. Cocok seperti yang kami idam-idamkan, kami menikmati pantai dari yang masih surut, sampai pasang. Dari matahari masih tinggi sampai terbenam. Dan kami menikmati semilir angin sore sambil makan malam di Resto yang ada di sana. Sayangnya rasa ikan bakar yang kami pesan tidak sebanding dengan harganya :p

Matahari terbenam di Pantai Pulang Syawal

Nah, kembali ke Radika Paradise, penginapan ini memang unik. Dia dibangun di area hutan jati, dan pohon - pohon jati yang dibangun cottage hanya dikurangi seperlunya saja, jadi samping dan belakang kamar itu masih ada pohon jatinya. Selain itu, desain keseluruhan tidak banyak mengubah kontur tanah yang berbukit - bukit, jadi kamarnya dibuat seperti rumah panggung dengan tiang untuk menopang bangunannya.  Kamar - kamar dibangun dengan desain yang unik. Untuk tipe kamar Cottage Deluxe seperti yang kami tempati, satu cottage berarti satu kamar, satu tempat tidur untuk dua orang. Anehnya, kamar mandi dan WC masing - masing ada dua! Jika kalian pergi beramai - ramai bersama keluarga mungkin bisa memilih tipe Cottage 6 Bed untuk 6 orang atau Cottage Bunk Bed untuk 10 orang.
Cottage model rumah panggung dengan tiang pancang

Kamar Deluxe yang kami tempati cukup bahkan terhitung sangat luas. Terdapat televisi dengan siaran TV kabel dan channel yang beragam. Tentunya Suluh suka sekali ketika menemukan kartun - kartun kesukaannya. Furnitur di dalam kamar bisa dibilang minimalis, karena kami tidak menemukan almari, hanya ada gantungan baju saja. Meja di samping kasur ada dua, namun juga kecil - kecil. Berita baiknya di kamar ini tersedia water heater, sehingga kami bisa menyeduh teh maupun coklat ketika malam menjelang.

Kasurnya cukup nyaman

Kamarnya luas tapi tampak kosong

Seperti yang saya bilang di awal tadi, kamar mandi dan WC di kamar kami ada dua. Sebenarnya bukan di kamar sih, karena untuk ke wastafel, WC maupun kamar mandi harus keluar kamar dulu :p jadi literally kamar mandinya di luar kamar sih. Hahaha kebayang dong kalau malam - malam harus ke toilet, rada serem juga, sampe saya minta pintunya dibuka saja. 
Untuk sarapan pagi, kami makan nasi goreng dan telur ceplok yang disediakan di resto. Sarapannya memang terbatas, yang disediakan hanya nasi goreng dan beberapa lembar roti serta buah potong satu piring. Bukan menjadi masalah besar buat kami sih karena kami sudah siapkan ransum lengkap sebelum sampai di sini :D Serius loh, kami bawa roti tawar dan selai coklat, pop mie 3 bungkus, jajanan serta air mineral 2 botol besar. Jaga - jaga kalau pas tengah malam perut keroncongan hahaha...

Oiya satu lagi yang saya suka adalah channel televisinya yang menggunakan TV kabel cukup lengkap. Ada channel untuk anak - anak juga sehingga saat malam hari, Suluh tidak terlalu mati gaya, karena nggak mungkin kan kita jalan - jalan malam - malam begitu. Jadi ketika malam tiba, kami hanya ndekem di kamar, nonton tivi, ngemil, bikin milo, bikin teh, trus tidur deh hehehe....

Esok pagi setelah sarapan dan glundung - glundung sejenak, kami check out jam 09.00. Sengaja memang tidak terlalu siang karena mau mampir dulu Pantai Sepanjang.. Ternyata di Pantai Sepanjang gelombang laut sedang tinggi, sehingga kami tidak jadi main air. Karena Suluh kelihatan kecewa, dan Ayahnya juga masih ingin main air plus makan seafood, akhirnya kami putuskan mampir dulu ke Pantai Ngrenehan. Mencoba mengikuti google maps, ternyata kami dilewatkan jalan alternatif yang sempit, untungnya sih sepi hahaha.

Sepanjang jalan itu pemandangannya kaya begini hahaha, kalau pas tanjakan, jalannya hampir gak kelihatan, sereeem hahaha... apalagi kalo inget Ayahe Suluh barusan belajar nyetir mobil :p


Setelah perjuangan panjang, yang untungnya gak diomelin sopir karena navigator salah pilih jalan.... sampailah kami di Pantai Ngrenehan. Sepertinya Ngrenehan ini jadi Pantai favorit kami karena lokasinya diapit batu karang, jadi ombak tidak terlalu besar. Selain itu, kami juga punya langganan warung seafood yang enak dan murah. Kalau kalian mampir ke Pantai Ngrenehan, bisa dicoba ya mampir ke Pondok Makan Maya yang catnya oranye :D kami cuma bertiga pesan udang tepung setengah kilo, cumi cabe ijo setengah kilo dan ikan bakar satu nggak nyampe 150 ribu.

Keesokan paginya leher kaku - kaku semua :p :p kolesterol naik hahahaha

Tapi nggak kapok, besok-besok masih mau ke pantai lagiiiii....

Comments

Popular posts from this blog

Kurang dari Dua Minggu

Kurang dari Sebulan

Kostum Kami