Tips Liburan bersama Keluarga Besar ke Bali

BALI lagi.... yang keempat kalinya untuk kami berdua... Sebenarnya kalau boleh memilih pasti kami meletakkan Bali di urutan keempat setelah Lombok, Belitung dan Malang. Itu kalau kami pergi bertiga... Tapi karena kemarin itu kami pergi bersama rombongan keluarga besar,  banyak hal yang menjadi pertimbangan,  sehingga akhirnya kami memutuskan pergi ke Bali saja.



Liburan bersama keluarga besar ternyata rempong, ribet dan banyak hal yang harus diperhitungkan.  Beda banget kalau dibandingkan dengan liburan bertiga saja. Tentu saja makin banyak orang, apalagi dengan range usia yang jauh banget tentunya banyak juga perbedaannya. Ada yang kuat jalan, ada kakak yang harus pakai kursi roda, ada eyang yang kalau jalan jauh lutunya sakit :D 

Walaupun rempong bin ribet, namun Puji Tuhan perjalanan kami lancar tanpa kendala  yang berarti.  Berikut ini tips yang bisa saya rangkum dari perjalanan kemarin :

1. Tujuan liburan menjadi hal pertama yang harus dipikirkan baik-baik. Kami pergi rombongan dengan range usia dari bayi 1,5 tahun hingga kakek nenek usia 70 tahun. Hal pertama yang kami pikirkan adalah tujuan yang mudah dicapai. Akses transportasi mencapai tempat tujuan sedapat mungkin tidak terlalu melelahkan. Bali jadi pilihan utama kami salah satunya adalah lokasinya yang aksesibel, yaitu dari Solo hanya tinggal naik pesawat 1 jam. Kami pilih pesawat pertama, sehingga bisa langsung lanjut ke obyek wisata. Sebenarnya bisa juga jika naik pesawat malam lalu langsung check in hotel. Kemarin kami nggak begitu karena lebih sulit menyesuaikan waktunya dan ada bulik yang berangkat dr Surabaya juga. 

2. Pilih transportasi yang paling nyaman selama di lokasi liburan. Kemarin kami sewa mobil Hi Ace yang langsung menjemput di bandara. Hi Ace jadi pilihan karena mobilnya lebih nyaman, longgar dan mesinnya halus dibandingkan dengan mobil ELF. Selain itu juga pas muat untuk 12 orang, ditambah bagasi yang bejibun. Drivernya sudah langganan sama  Ayahnya Suluh, jd kami tinggal duduk dan bilang mau kemana, tau tau sudah sampai deh. Tadinya sempat terpikir apa di Bali nge-grab/gocar saja, karena biaya sewa mobil jauh lebih mahal dibandingkan dengan taksi online. Kemudian niat tersebut kami urungkan karena pasti rempong dan ribet dengan barang bawaan yang sangat banyak. Selain itu, di beberapa daerah di Bali masih sulit untuk bisa mengakses taksi online, karena mereka menjaga ingin memberdayakan penduduk lokal. 

3. Itinerary harus dibuat sefleksibel mungkin, dan tidak terlalu banyak obyek wisata yang dikunjungi karena bisa menjadi sangat melelahkan untuk orangtua dan anak-anak, apalagi yang mengharuskan berjalan jauh.  Nah dalam menyusun itinerary, saya juga harus mempertimbangkan saudara - saudara yang belum pernah mengunjungi Bali, jadi pasti mereka ingin mengunjungi obyek wisata Bali yang iconic seperti Pura, GWK, Tanah Lot, Tari Barong, Joger, Pantai aja Pantai Kuta :D (lalu saya mendadak  kaya deja vu piknik / study tour jaman SMP).

Kemarin di hari pertama kami hanya mengunjungi GWK. Sebenarnya sudah bikin iten ke Pantai Pandawa tapi kondisi tidak memungkinkan karena ternyata perjalanan setelah dari bandara lanjut jalan - jalan itu melelahkan. Setelah dari  GWK kami langsung check in hotel. Di hotel hanya mandi, istirahat sebentar lalu malamnya kami keluar lagi untuk makan malam di Pantai Kedonganan.



Hari kedua kami hanya mengunjungi Bali Safari. Di Iten sebenarnya sudah dirancang sekalian ke Desa Penglipuran, tapi ternyata sudah pada capek jalan, sehingga tidak jadi mampir ke Penglipuran. Tapi ternyata setelah makan siang pada minta beli oleh - oleh sekalian jadi sorenya mampir ke Toko Oleh-Oleh Agung Bali, lanjut mengejar sunset di pantai Kuta.  Hahahha standar banget ya pantainya.  Sebenarnya pengin ke Double Six, tapi ternyata kalau bawa mobil besar aksesnya susah. Jadi ya harus berdamai memang Pantai Kuta yang paling aksesibel.


Hari ketiga kami checkout hotel karena mau pindah ke hotel yang rada bagus, sekalian main ke Danau Beratan Bedugul. Pulangnya  kami mampir ke JOGER di Luwus karena salah satu rombongan pengin beli tas di Joger. Wiiiih... ini pertama kalinya saya ke Joger di Luwus dan sudah nggak disarankan lagi deh ke Joger, apalagi bawa rombongan anak dan orangtua. Fiyuuuuh ramainya puuuoool, penuh sama rombongan study tour anak smp dan sma. Bahkan untuk milih kaos aja desek-desekan luar biasa. 

Hari keempat kami hanya stay di hotel di Tanjung Benoa, menikmati hotel yang punya pantai pribadi di belakangnya, sekaligus photo session. 
Kalau dihitung, memang hanya sedikiiiit sekali obyek wisata yang kami kunjungi dalam empat hari tiga malam tersebut, tapi menurut saya sudah sebanding lho karena bayi dan balita - balita semua sehat, berarti nggak ada yang kecapekan. Artinya, iten yang disusun sudah sesuai, yeay!!!


4. Bikin Iten gak hanya tempat wisata yang mau dikunjungi tapi sampai ke hari ini mau makan siang apa, mau makan malam apa plus alternatifnya kalau ternyata tutup. Karena semua rombongan sudah pasrah sama kami berdua, jadilah kami berdua saja yang menentukan hari ini makan apa dimana. Lebih mudah sih daripada banyak usul, nanti bingung ngaturnya hahaha. Karena kami bawa balita, maka sedapat mungkin cari warung makan yang ada menu yang tidak pedas. Dan tahukah kalian kalau warung makan yang Bali banget itu masakannya pedas semua??? :D :D akhirnya kami sering go food KFC buat anak - anak terutama buat makan malam, hahahaha.

5. Kalau ngajak bayi/balita sebaiknya bawakan makanan kesukaannya. Misal nih Suluh aku bawain teri krispi. kepepetnya dia nggak mau makan makanan yang kita pesan, at least dia masih bisa makan nasi sama teri krispi hahaha... Selain itu aku juga bawa oatmeal, nori (dia bisa makan nasi sama nori tok hahaha). Kalau mau pesan catering bayi/balita di Bali juga ada kok. Buat saya penting banget anak harus makan apalagi saat liburan jauh begini... Jadi gimana caranya lah yang penting ada yang masuk ke perut. 

6. Riset dulu obyek wisata yang mau dikunjungi. Kalau kasus kami karena ada kakak yang mobilitasnya terbatas, sehingga kami cari obyek yang wheelchair friendly. Plus, kami juga sewa kursi roda. Untungnya di Bali hampir semua tempat wisata yang kami kunjungi sudah wheelchair friendly. Bahkan di GWK ada liftnya!! Saya pribadi sampai terharu banget, karena awalnya kami kira kakak nggak bisa naik ke patung Kepala Wisnu karena harus lewat tangga yang lumayan tinggi. Ternyata sekarang sudah ada liftnya sampai ke patung kepala Wisnu dan patung kepala Garuda. Begitu melihat kami mendorong kursi roda, petugas langsung mengarahkan kami untuk naik lift. Di Bali Safari pun begitu, petugasnya sigap membantu kami menaikkan kursi roda ke mobil yang membawa kami bersafari. Oya, saya sewa kursi roda di Bali One Care. Kursi roda diantar di Bandara saat kami datang dan diambil di tempat sesuai kesepakatan saat kami akan pulang :)



7. Sewa fotografer untuk dapat hasil foto yang maksimal. Keluarga besar kami jarang bisa berkumpul lengkap, apalagi sampai piknik jauh - jauh begini, jadi saya sekalian sewa fotografer untuk satu sesi pemotretan, biar ada foto yang bagus. Kadang kalau sudah asik menikmati obyek wisata jadi nggak kepikiran buat foto - foto. Kalaupun foto - foto itupun nggak lengkap karena ada satu orang yang motretin. Dan ya entah kenapa, mungkin karena rempong, kemarin itu nggak ada foto bersama yang lengkap, pun ga kepikiran minta tolong orang untuk motretin huhuhu.... Akhirnya foto keluarga yang lengkap ya cuma pas difotoin sama fotografer itu...Nah, biasanya mereka punya paket sendiri - sendiri. Ada yang paket 3 jam, paket setengah hari, dll. Kalau paket setengah hari, mereka bisa ikut kita ke dua atau tiga tempat yang kita kunjungi. Misal kemarin itu kami ke GWK dan Pantai Pandawa, jika ambil paket setengah hari, mereka ngikutin kita ke dua obyek itu... hahaha udah berasa kaya artis dah, kemana - mana diikuti fotografer. Kalau kami kemarin fotonya cuma di hotel, ndilalah hotelnya ada akses ke pantai, jadi saya bertiga sekeluarga bisa dapat foto yang baguuuus di pantai hehehe...

8. Turunkan ekspektasi. Karena sudah beberapa kali ke Bali, rasa - rasanya sudah hafal apalagi jalan ke Pantai Kuta itu ya cuma begitu - begitu aja. GWK ya cuma patung tok gitu. Tapi kan kita pergi bersama saudara yang belum pernah ke Bali, pasti kan excitementnya beda. Naik pesawat sudah excited, turun pesawat excited, apalagi anak - anak ya... Jadi ya nothing to loose ajalah, niatnya pergi biar seneng - seneng bersama :) Nggak expect yang bakal bisa foto - foto instagramable, gak mungkin juga mampir ke Beach Club (meski udah hunting diskonan), tujuannya juga terbatas, menyesuaikan kondisi :) Satu hal yang bikin aku bahagia banget adalah Suluh happy banget sepanjang perjalanan ini, karena dia bisa main terus sama sepupunya sepanjang hari. Bangun tidur yang dicari langsung sepupunya itu :D Bapak Ibu juga walaupun pas di sana sepertinya ngomel terus, tapi ternyata senang juga ketika foto - fotonya dishare.

Akhir kata, semoga kita diberi waktu untuk menikmati hari bersama orang tua kita ya... Liburan bersama, dekat atau jauh, mereka pasti bahagia anak - anaknya rukun dan berkumpul bersama :)

Comments

Popular posts from this blog

Kurang dari Dua Minggu

Kurang dari Sebulan

Kostum Kami