Merasakan Kamar Impian di Bedjo Homestay
Staycation di Homestay sebenarnya bukan menjadi prioritas mengingat biasanya kami justru memilih hotel, biar tidak terasa "Home" nya karena niatnya memang pindah tidur biar tidak berasa di rumah. Namun, rejeki tidak patut ditolak kan ya? Weekend kemarin kami (suami saya sih tepatnya) mendapat kesempatan menjajal satu kamar di "Bedjo Homestay" di daerah Pogung. Wooow... saya langsung iyakan saja, karena Bedjo ini satu pemilik dengan Dasinem Homestay. Saya mengenal Dasinem lewat postingan Instagram beberapa teman SMA saya. Yang membuat saya penasaran adalah review dari teman-teman saya itu seperti : sangat bagus, sangat memuaskan, sarapannya enak, ramah - ramah, akan nginep lagi kalau ke Jogja lagi and such... Wah, kesempatan bagus ini untuk merasakan homestay yang mendapat review bagus.
Hari Sabtu kemarin akhirnya kami menghubungi Mas Didin, pemilik homestay tersebut menanyakan apakah masih ada kamar kosong. Lucky us, kemarin masih tersisa satu kamar, sedangkan lainnya sudah fullbooked. Itupun kami diminta check in agak sore karena sedang ada sedikit perbaikan di depan kamar. Tidak masalah buat kami karena kami memang rencana mau ke Togamas dan Hartono Mall dulu baru kemudian check in.
Kami check in sekitar jam 17.30, dan saat itu hujan cukup deras. Pegawai Homestay dengan sigap mengambilkan payung dan mengantar kami ke kamar. Walaupun sudah sempat melihat - lihat foto kamar Bedjo di Traveloka sebelumnya, tapi kami tetap terkesan saat pertama kali masuk ke dalam kamar. Kamarnya di desain dengan industrial style. Jangan kaget kalau lantainya tidak berkeramik :D
Banyak hal unik yang kami temukan dalam kamar, seperti rantai yang digunakan untuk menggantung cermin di kamar mandi, mesin jahit yang dialihfungsikan menjadi tiang lampu dan meja makan, kursi teras yang ternyata adalah bekas kursi tunggu di Terminal Tirtonadi, stop kontak yang menggunakan model kuno, dan lain - lain, find out by yourself lah :D Tanyakan kisahnya pada Sang Pemilik dan beliau dengan senang hati akan berbagi cerita, karena sesuai taglinenya : "Di Bedjo, Setiap Sudut Punya Cerita "
Lampu penerangan kamar dengan desain unik
Kamar Mandi, coba amati yang digunakan untuk menggantung cermin itu rantai lho :D
stop kontak model jadul
Yang paling menarik hati kami tentu lantai mezzaninenya! Tempat tidur dan sebuah sofa bed terletak di lantai mezzanine, tidak berhadapan langsung dengan televisi membuat saya sangat senang karena tidak terbiasa tidur sambil melihat televisi. Namun demikian kita tetap bisa leyeh - leyeh sambil melihat tivi di lantai bawah, karena di depan tivi juga disediakan kasur dan beberapa bantal yang cukup nyaman.
Kasurnya supeeeer nyaman
Tangga menuju lantai mezzanine. Desain kamar mezzanine ini membuat kamar tampak lebih luas dan menyisakan cukup banyak ruang, terutama jika kita bepergian bersama anak - anak yang pastinya suka lari - larian kesana kemari. Oya, perlu pengawasan cukup ketat ya kalau membawa anak - anak karena desain tangganya seperti itu.
Malam itu kami tidur dengan nyenyak setelah mandi shower air hangat dan memesan makan malam lewat go-food mengingat hujan belum juga reda. Ada sedikit drama juga karena Suluh ingin sekali berenang padahal saat itu sudah jam 6 sore dan hujan masih cukup deras... Untungnya dia bisa dibujuk untuk kembali ke kamar dan main dengan cat air yang siangnya kami beli di Togamas. Sementara itu saya sibuk berseluncur di dunia maya dengan wifi super kencang yang disediakan gratis.
Pagi harinya kami ditelpon dan ditanya ingin sarapan di resto atau diantar ke kamar. Karena Suluh saat itu belum bangun, kami meminta agar sarapan diantar ke kamar saja. Ketika sarapannya diantar, waaa saya surprais lagi nih! Sarapannya lengkap sekali, ada nasi uduk lengkap dengan kering tempe, telur dan ayam goreng; kemudian ada semangkok soto ayam yang masih hangat; bubur mutiara dan puding serta teh panas. Waaaaah saya langsung lapar ingin makan semuanya :p Dan yesss!!! Enaaaak beneran enak! Suluh saja suka sekali dengan ayam gorengnya yang empuk dan berasa bumbunya. Ini beneran masakan rumahan, karena memang fresh dimasak oleh pegawai homestay di dapur mereka sendiri. Saya jadi ingat pernah menginap di hotel tanpa bintang dengan rate kurang lebih sama dengan Bedjo ini, tapi sarapannya hanya sepiring nasi goreng yang sudah dingin :( pernah juga dapat nasi kardus :p atau roti bakar dan teh saja :D
Breakfast yang superrr enak dan lengkap
Salah satu poin plus dari Bedjo ini memiliki kolam renang, yang walaupun tidak terlalu besar, tapi cukuplah untuk berendam di tengah teriknya Kota Jogja. Tapi kolamnya cukup dalam ya, jadi untuk anak - anak pastikan selalu didampingi dan memakai pelampung atau ban.
Bedjo Homestay ini hanya memiliki 10 kamar privat dan 2 kamar tipe dormitory terpisah antara tamu pria dan wanita. Room ratenya mulai dari 99.000 rupiah untuk satu bed di Kamar Dormitory. Ini cocok untuk kalian yang suka backpackeran, karena tidak harus membayar satu kamar jika hanya ditempati satu orang saja. Sedangkan untuk kamar privat dengan tipe mezzanine dibedakan antara kamar tanpa balkon, kamar dengan balkon dan kamar dengan balkon yang menghadap kolam renang. Room rate nya antara 350.000 - 399.000. Menurut saya harga ini sangat masuk akal dan sebanding dengan fasilitas yang diberikan.
Bath amenities, cukup lengkap dan kantongnya unik
Minibar yang tersedia di setiap kamar. Oya, mereka juga menyediakan kulkas kecil lho di setiap kamarnya. Jarang - jarang banget ya, bahkan hotel bintang 3 saja belum tentu ada kulkasnya di kamar.
Disediakan meja catur juga di setiap kamar :) (maafkan muka Suluh baru bangun tidur)
Terkesan sekali, setelah mandi pagi, kamar kami diketuk ternyata Mas Didin sang owner membawakan semangkok pakan ikan. Yeaaay!! Suluh suka sekali ngasih makan ikan. Bocah mana yang ndak suka ya?? :)
Pengin punya Teras sederhana dengan kolam kecil begini :)
Kamar - kamar di Bedjo itu representasi rumah impian kami, dengan jendela yang besar, siang hari pun tidak perlu menyalakan lampu, dengan teras dan kolam ikan di halaman depan, dilengkapi gemericik air yang menyegarkan, dengan lantai mezzanine yang memberikan kesan luas. Perfect place to stay! Semoga suatu saat bisa terwujud... Amiiiin :)
Jadi, jika Anda :
1. Mencari penginapan dengan suasana homey, memiliki kolam renang, spacious room, kasur yang nyaman, sarapan yang lezat, TV kabel dengan channel yang lengkap, free wifi yang ngebut, dan harga yang rasional;
2. Alumni UGM (yang bukan juga boleh lho :D) yang kangen dengan suasana kampus, atau dulu sempat ngekos di Pogung dan ingin nostalgia jaman kuliah, menyusuri tempat - tempat kuliner langganan di sekitar Pogung, Pandega Marta dan Jakal, menghadiri Sunday Morning di UGM, Foto-foto di gedung pusat UGM and such;
3. Bosan dengan suasana hotel yang cenderung dingin dan kaku, menginginkan keramahan dan kehangatan warga lokal yang membuat Anda serasa kembali ke rumah;
4. Membawa keluarga Anda dan memiliki anak kecil yang pasti akan sangat senang melihat dan memberi makan ikan di kolam kecil yang ada di teras setiap kamar;
Menurut saya, Anda harus mencoba menginap di Bedjo Homestay by Dasinem.
Nah, saya punya voucher untuk anda yang berencana pergi ke Jogja dan menginap di Bedjo, silakan reservasi pada nomor yang tertera pada brosur di bawah ini, sebutkan kode promonya saat check in atau tunjukkan brosur ini dan dapatkan free laundry selama Anda menginap :)
Happy Travelling :)














Comments
Post a Comment