Liburan Keluarga ke Bali - Dari Pantai ke Pantai
Pergi ke Bali tanpa mengunjungi Pantai jelaslah terasa hampa... Dimana - mana pantai, landing dari pesawat aja udah lihat pantai, lewat tol lihat laut, belum lagi pantai - pantai legendaris Bali semacam Kuta, Sanur, Tanah Lot dan Nusa Dua yang sepertinya tiada bosan dikunjungi berkali - kali. Masak ya cuman lewat enggak mampir :) Apalagi akhir - akhir ini banyak pantai baru nan ngehits yang menambah panjang daftar kunjungan wisata ke Bali seperti Pantai Pandawa, Dreamland, Virgin Beach The White Sand, Balangan, Blue Point, Green Bowl, dll.
Nah, berhubung kunjungan terakhir ke Bali kemarin kami pergi sekeluarga bertiga bersama batita yang baru berusia 16 bulan, maka itinerary kunjungan kami enggak terlalu padat. Kami tidak menjadwal dalam sehari harus dapat 4 - 5 obyek wisata yang mana paling cuman bisa sebentar sebentar kunjungannya. Kami memilih agak lama mengunjungi satu tempat agar bisa puas main. Untuk obyek wisata pantai sendiri kami tidak memasukkannya ke dalam iten secara khusus. Pokoknya kalau ada waktu senggang ya mampir aja ke pantai ^_^. Jadi ya nama - nama pantainya masih standar banget dan searah dengan tujuan - tujuan wisata kami. Jadi bukan pantai - pantai ngehits yang lokasinya harus ngalang jauh :(
Dan ini pantai - pantai yang kami kunjungi kemarin :
Double Six Beach
Terletak di antara Pantai Legian dan Seminyak. Di sepanjang garis pantainya banyak cafe dan bar. Dengan membawa Suluh, jelas tidak mungkin kami mampir ke cafe-nya, karena bisa dipastikan penuh asap rokok. Cafe - cafe ini menjual pemandangan pantai, jadi mereka punya banyak kursi yang ditaruh di pantai, menghadap ke laut.
Pantai ini kami kunjungi pada hari pertama kami sampai di Bali. Ceritanya mau ketemuan sama saudara yang tempat kerjanya enggak jauh sama Pantai ini. Sembari nunggu dia pulang kerja, ya sudah kami main saja di pantai ini. Kami sampai di pantai sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Saat itu laut sedang surut sesurut-surutnya. Garis pantai juga mundur cukup jauh sehingga kami harus jalan lumayan jauh kalau ingin membasahi kaki. Disini kami sewa kursi dan payung dengan harga 50.000/jam. Oiya, sepertinya di sekitar pantai ini tidak ada kamar mandi/toilet umum untuk bilasan yah. Saya bilas Suluh di kran outdoor, nunut di salah satu cafe, minta tolong sama orang yang nyewain kursi sama kami, heheee....
Nusa Dua
Sebenarnya kami tidak ada agenda mengunjungi Nusa Dua dan Bali Selatan (padahal pantai bagus - bagus adanya di sana lho!). Salah satu sahabat baik suami saya yang menyarankan kami agar mengunjungi pantai Nusa Dua karena ombaknya tenang dan pasirnya halus, jadi Suluh bakal suka. Awalnya saya keheranan, memang masih bisa ya turis umum main ke pantai di Nusa Dua? Kan Nusa Dua isinya resort semua, dan pantainya semua sudah jadi private beach... Ternyata masih ada lho, secuil pantai di Nusa Dua yang dibuka untuk umum. Kami mengunjungi Nusa Dua ini sepulang dari Bedugul. Ketika sampai di pos pemeriksaan sebelum masuk kompleks Nusa Dua, pasti akan ditanya tujuannya mau kemana. Driver kami dengan santainya bilang : Pantai, Bos! dan kami dipersilahkan masuk tanpa ditanya - tanya.
Saya gak hafal arah pastinya, karena jalan di Kompleks Nusa Dua itu muter - muter :p Kata driver kami, Mas Adi, lokasi pantai yang masih dibuka untuk umum itu dekat dengan Water Blow. Jadi bisa nanya lokasi water blow aja nanti kan sampai di pantainya, hehehee....
Lagi - lagi sampai sana pas lagi surut
Abaikan dua turis bule di belakang :(
Keceh...keceh, tapi Suluh enggak terlalu suka di sini, enggak kena ombak soalnya. Sedangkan kalau mau kena ombak harus agak ke tengah, dan berbatu karang, jadi agak khawatir malah melukai kakinya Suluh.
Ini lokasi water blow, sayang pas kami datang lagi - lagi air laut sedang surut, tidak ada ombak. Jadinya enggak dapat water blow nya. Oiya, sebenarnya waterblow ini cuma cipratan ombak yang menabrak celah batu karang sempit sehingga kelihatan muncrat tinggi. Walaupun sepi ombak, tempat ini ramai juga karena ternyata cuma duduk - duduk sambil melihat laut pun bisa sangat menyenangkan :)
Di kawasan ini, kalau sore hari banyak yang berolahraga, jogging, sepedaan, main skate, atau bahkan sekedar jalan - jalan bersama anjing mereka. Suluh sempat kenalan sama husky ganteng ini... Namanya... lupa -_- hahahaa
Pantai Kuta
Nah, pantai yang jadi ikon utama Bali ini jaraknya cuman 5 menit dari hotel dengan naik motor. Kami mengunjungi Kuta di pagi hari kedua kami di Bali. Bangun tidur, belum mandi, langsung cuss naik motor ke Kuta.
Ya udah, gitu doang. Duduk di pasir, nemenin Suluh main pasir di pantai, keceh sebentar, kemudian bilas dia pake air akua T__T (huffft,, tempat bilasannya bau pesing dan airnya gak nyala).
Tapi enak banget lho, pagi - pagi duduk di pantai, secara matahari belum panas menyengat ^_^ betaaah banget, kalau enggak keburu panas haha.
Pantai Pering
Tidak pernah dengar nama Pantai Pering? Tentu saja, karena pantai ini bukan tujuan kunjungan wisatawan dari luar Bali. Pantai Pering terletak di Kabupaten Gianyar, di tepi Jalan Raya Bypass Ida Bagus Mantra. Tepatnya cuman 5 menit naik motor dari rumah saudara kami. Pantai cuman 5 menit dari rumah masak tidak dikunjungi, begitu pikiran kami. Sebelum berangkat kami sudah diwanti - wanti, disana pasirnya hitam, enggak kaya Kuta atau Nusa Dua. Okelaaaah.... dan kami berangkat sekitar jam 5 sore menuju Pantai Pering.
Ternyata rame juga loh! Ramai kunjungan warga lokal :)
Ada sungai yang bermuara di Pantai Pering. Dangkal tapi arusnya cukup deras. Dimanfaatkan bocah - bocah lokal untuk mandi dan main air.
Pasirnya hitam, bikin inget Parangtritis :)
Ah, this is soooo alive!!!! Jajanan lokal !! Sate, lumpia yang dikucuri saus kacang, kacang dan jagung rebus... dan ada yang jual balon :D Suluh langsung nunjuk-nunjuk balonnya :D Harganya pun bukan harga turis :)
Yups, cuma empat pantai itu yang sempat kami kunjungi selama 6 hari 5 malam di Bali. Kurang banyak sih sebenarnya, tapi berhubung kami sangat hati - hati.... takut Suluh masuk angin kalo kecapekan dan kebanyakan main air, yasudahlah kami harus batasi kunjungan ke pantai ini.
Oya, sebenarnya bulan Desember, Januari sampai Maret bukan saat yang tepat untuk pergi ke Bali, khususnya ke pantainya, karena pada bulan - bulan itu, merupakan saatnya sampah menumpuk di sepanjang Pantai Kuta, Legian, sampai Double Six. Kemarin pas kesana ya memang cukup kotor, banyak ranting dan dahan besar yang ada di pantai. Katanya pihak kebersihan sampai pake buldozer untuk membersihkan sampahnya :( Bukan hanya sampah dari pengunjung sih, tapi juga karena musim hujan kali ya, jadi banyak sampah yang terbawa hanyut sampai ke pantai.













seru banget kak ceritanya! saya juga sudah pernah kesanaaa. di bucket list saya yg belum kesampaian liburan ke Maldives heheh
ReplyDelete