Tentang Pilpres 2014

Note: already posted on Diary Makpe. Sekedar sebagai pengingat. Lima tahun lagi bisa dibaca2 lagi karena orang Indonesia penyakitnya gampang lupa. 

Hey hey sepertinya blog ini sampe berdebu saking lamanya gak disentuh :p
Biasalah karena kesibukan yang tiada putus2 sehingga meluangkan waktu untuk ngeblog saja tidak sempat.
Apa yang terjadi? Saat nulis ini, adalah H-1 pilpres 2014. Kemarin2 sudah terlalu masa kampanye yang sangat sengit. 2014 ini pertama kalinya saya merasakan bener2 berpartisipasi. Selain banjir informasi yg begitu dahsyat, dukungan suami untuk jangan hanya menjadi swing voter juga semakin kuat.
Eh, pilpres2 yg kemarin, 2004 dan 2009, saya asal coblos. Swing voter. Bahkan2 kandidat2nya saja saya tdk hafal. Pokoknya ikut arus.

Tahun ini, kampanye di medsos semakin  santer bahkan menjadi semakin mengerikan. Fitnah bertebaran dimana2, isu2 lama yang sensitif dimunculkan. Bahkan sampai merinding jika buka timeline fb atau twitter.
Huuffthhh.... mungkin kalau bukan pak jokowi sebagai salah satu calon, tidak akan sampai seperti ini. Kemarin pas beliau nyalon gubernur, juga sempat ada isu2 dan kampanye hitam seputaran "tidak amanah" dan mengusung wakil kristen, cina lagi! Nyatanya pak jokowi menang di pilgub DKI Jakarta. Dan sekarang beliau maju sbg capres RI 2014.  Mungkin ada pihak2 tertentu yang ketakutan jika pak jokowi menang lagi di pilpres ini, mengingat kemenangan pak jokowi di DKI kmrn.

Sekarang fitnah dan kampanye hitam yang menimpa beliau semakin mengerikan : semakin tidak amanah, PKI, Jokowi Kristen, Cina, antek asing, capres boneka, bahkan ada tabloid khusus yg berisi fitnah dan kampanye hitam pada Jokowi : Tabloid Obor Rakyat.
Siapa ya penyebar fitnah tersebut? Orang normal dengan mudah akan berpikir tentu saja penebar fitnah itu adalah lawan politiknya dengan tujuan merebut suara pemilih jokowi. Nah, masalahnya sekarang mungkin sebagian orang sudah tidak normal. Dengan enteng mereka berkata : itu fitnah disebar sendiri oleh timses Jokowi agar tampak didzolimi dan orang memilih dia karena dia orang yang tersakiti.
Heuwww.....
Saya malah curiga itu taktik yang dia gunakan, makanya dia bisa berpikir seperti itu.
Itu tuh namanya playing victim strategy. Hmmm ini sentimen saya pribadi yee.... itu tuh fekaes, yang mantan presidennya tersangkut kasus suap daging sapi import, trus menag dari partai itu juga kena kasus korupsi dana haji...sepertinya kok semakin dibenci, kader2nya makin militan.
Oya, trus akun twitter @TM2000back (dulunya @triomacan2000 tapi sudah mati karena kebanyakan di RAS) twitnya fullfitnah,  penuh kebencian yang memecah belah. Belum lagi wartawati Nanik S Deyang yang dulu jaman Pilgub DKI memuja2 Jokowi, tapi sekarang menghina2 nya menurut saya kebangeten. Tanya kenapa?? Ngakunya karena dia tau keburukan2 Jokowi. Wow banget deh! Coba saja baca tulisan di Kompasiana berikut ini.
dan disebutlah disana dua situs yang ikut memblow up tulisan2 wartawati tsb : pkspiyungan.org dan voa-islam.com -__-"
Yaaah...cukup tau sajalah....

 Hmmph apakah perlu saya sertakan link link fitnahan tersebut?? Ada kemungkinan kalau tidak saya sertakan bukti, sekian tahun lagi postingan saya ini cuma akan dianggap kebohongan semata. Nanti lah ya, link atau screenshotnya menyusul, kalau tidak lupa. 

Hahaha itu  tadi di atas bisa jadi hanya dalam pemikiran saya saja. Jangan langsung percaya, karena itu cuma logika saya sendiri yang sangat dangkal. Tapi kalau kalian punya logika yang sama dengan saya ya kita toss saja! Yang berbeda ya monggo... kan walaupun berbeda tetap satu jua, tanah air Indonesia :D
 
Apapunlah bagaimanapun berita yang beredar, bapak gubernur DKI nonaktif dan wakilnya yg skrg menjadi Plt Gubernur DKI Jakarta tersebut membuat saya masih memiliki pengharapan akan pemerintahan yang bersih.  Pejabat2 yang bersih dan sungguh brniat melayani masyarakat, bukan mengambil keuntungan dr masyarakat. Dan sekarang beliau akan maju di tingkat yang lebih tinggi, harapan saya melambung, seandainya seluruh Indonesia bisa memiliki pejabat yang bersih dan kompeten, yang mau berkomitmen mengubah sistem yang  bobroknya sudah sedemikian mengakar.  Bukankah kalian sering melayangkan protes bahwa pemerintah tidak becus? Pelayanan lama, Mbayar pula! 

Setiap pilihan ada konsekuensinya. Dan konsekuensi yang nanti akan muncul jika presiden terpilih dan menginginkan pemerintahan yang bersih, anak buahnya juga harus bersiap2. Datang tepat waktu, tidak bisa lagi ngilang saat jam kantor walau dgn alasan jemput anak :p Ahh... dan mungkin indikator kinerja tidak lagi berorientasi pada penyerapan anggaran yang berujung pada "pekerjaan asal jalan" tapi pada hasil akhir.
Dan akhirnya besok marilah kita memilih calon yang kita yakini. Mungkin pilihan kita berbeda, tapi keinginan kita untuk NKRI yang maju sejahtera aman damai dan ber bhineka tunggal ika adalah sama.
Mimpi saya bisa bercerita pada anak cucu saya kelak bahwa setiap orang bisa menjadi presiden, asalkan memiliki niat dan tekad, dan semangat bekerja demi bangsanya yang lebih baik.

Comments

Popular posts from this blog

Kurang dari Dua Minggu

Kurang dari Sebulan

Kostum Kami