Green Souvenir, my Dream Came True

Gelombang cinta dalam pot dan kantong kertasnya (belum ditambah hiasan batu dan stiker)

Sejujurnya, memilih tanaman hidup sebagai souvenir itu memang sangat merepotkan. Apalagi gelombang cinta sejumlah hampir 300 buah yang kami bibit sendiri. Belum ketika menghias 700 pot souvenir dengan batu, dan menempelkan stiker ucapan terima kasih. Tapi yang paling repot adalah packaging!! Kami butuh sekitar 80 kardus untk packaging dan membawa pot pot tersebut ke gedung resepsi. 

Souvenir siap packing

Tapi ketika para tamu antusias memilih pot untuk dibawa pulang, beberapa orang bilang pada saya souvenirnya unik, mentang-mentang orang lingkungan hidup, beberapa teman kantor ada yang membawa sovenir saya ke kantor dan memajangnya di meja kerja, saya bangga, dan bahagia. Pilihan saya tidak salah.
Bahkan seorang sahabat bertanya bagaimana cara merawat gelombang cintanya? Ah, puas sekali rasanya. Souvenir saya ternyata cukup berkesan. Dia juga menanyakan apa filosofi memberikan gelombang cinta? Saya tdk berpikir sejauh itu.... :-)  cuma ingin sesuatu yang berbeda dan berkesan saja.

Dan saya tau saya menginginkan souvenir hijau ini sejak lama. Sungguh bahagia ketika bisa terwujud :-)

Lia dan Tyas, Penanggung jawab souvenir membawahi 6 orang anak buah : Aik, Ersa, Wina, Agil, Adit, Arga. 

Para Tamu antusias memilih souvenir, dan ternyata kaktus masih menjadi favorit ;)
 

Comments

Popular posts from this blog

Kurang dari Dua Minggu

Kurang dari Sebulan

Kostum Kami