Pengurusan Kursus Persiapan Perkawinan (KPP)

Seperti pernah saya singgung sebelumnya, Saya dan Mas memutuskan untuk mengikuti Kursus Persiapan Perkawinan di Paroki Santo Petrus dan Paulus, Minomartani. Pertimbangan utamanya adalah Kursus akan dilaksanakan pada hari Jumat , Sabtu dan Minggu. Jumat dan Sabtunya pun dimulai pukul 17.00 sehingga saya nggak perlu izin kantor, sementara Mas hanya perlu izin setengah hari pas hari Jumatnya.
Sebelumnya saya sudah mendengar bahwa di Paroki asal saya, St. Paulus Miki Salatiga, KPP nya biasanya dilaksanakan pas hari kerja, walaupun sore hari. Oh no! Gak mungkin saya nglaju Salatiga - Jogja selama 3 hari >_<

Oke, langkah pertama tentu menghubungi Gereja Minomartani menanyakan syarat ikut KPP disana.
Saya telpon aja kesana dan ternyata simpel banget, cuma perlu ambil formulir dan dimintakan tanda tangan serta cap Romo Paroki asal, melengkapi syarat-syaratnya, membayar uang pendaftaran dan tinggal nunggu hari H kursusnya.

Oia, KPP di Gereja Minomartani ini diselenggarakan pada Minggu Ketiga setiap bulan ganjil. Saya dan Mas berencana ikut Kursus yang bulan September.
Nah, waktu mau ngambil formulir, Mas melakukan kebodohan. Hari itu tanggal 17 Agustus, dan Mas jam 05.30 pagi udah otw Jogja naik prameks paling pagi karena semangat banget mau ambil formulir. Sampai Jogja tak tinggal upacara bendera di Kantor. Habis upacara kita sarapan trus berangkat ke Gerejanya dengan semangat 45. Begitu nyampe di gerejanya.....kriiik kriiik kriiik....

 Bagooos..... itu hari Sabtu dan tanggal merah. Kantor parokinya tutup >__<
Akhirnya kita pulang dengan tangan hampa.
Hari berikutnya saya sendiri akhirnya yang mengambil formulir itu, mencuri-curi waktu diantara sibuknya kerjaan kantor :)

Dan hari ini formulir itu sudah saya mintakan tanda tangan Romo Paroki Salatiga.
Syarat kelengkapan untuk mendaftar KPP di Paroki Minomartani :
1. Formulir 2 lembar, masing - masing untuk satu calon pengantin yang ditanda tangani Romo Paroki. Formulirnya Mas ikut di tandatangani Romo Paroki Salatiga karena di Gereja Kristen tidak ada Parokinya.
2. Fotokopi KTP dan Surat babtis
3. Foto 3x4 2 lembar dan 2x3 1 lembar
4. Membayar uang pendaftaran 200.000 ribu rupiah.

Sempat shock pas ngambil formulir, karena diberitahu ternyata kuota untuk KPP hanya 15 pasangan sedangkan saat ini yang mendaftar sudah 10 pasang. Semogaaa kami termasuk 5 pasang terakhir yang bisa ikut KPP bulan September :)

Comments

  1. Mas aku kan kristen juga nih kak , untuk mas juga pakai surat baptis atau tidak? Trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo.... terimakasih sudah mampir... Untuk calon suami yang Kristen tetap pakai surat babtis, baik babtis bayi maupun surat baptis dewasa (sidi).

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kurang dari Dua Minggu

Kurang dari Sebulan

Kostum Kami