Posts

Buncis Ala Singapore

Image
Ketika makan di D'Cost Solo dan pesan buncis ala singapore, ternyata Mas suka banget dan saya janji mau masakin buat dia. Sabtu ini, akhirnya saya niatkan memasak buat Mas ;-) Buncis ala Singapore alias tumis buncis dan daging giling. Bahan : - Buncis, biasanya pakai baby buncis/buncis muda. Tapi saya pakai buncis biasa. Untuk porsi berdua cukup segenggam buncis. Rebus sebentar dalam air mendidih yang ditambah sedikit garam. Tiriskan dan siram dengan air dingin. - Daging sapi giling 100 gram. - 3 siung bawang putih, cincang halus - Setengah siung bawang bombay, cincang halus. - Satu jari jahe, kupas, cincang halus - 1 sdm kecap asin - 1 sdm kecap Inggris - 1 sdm kecap manis - 1 sdm minyak wijen - Minyak goreng untuk menumis - Gula garam secukupnya. Cara memasak : Tumis bawang dan jahe sampai harum, lalu masukkan daging cincang, aduk sampai berubah warna. tambahkan kecap asin, kecap inggris, kecap manis, minyak wijen dan gula garam sedikit. Masukkan buncis, aduk r...

Dekorasi Pelaminan ^_^

Image
Seperti saya sudah pernah cerita, awalnya Mamah pengin kita pakai jasa dekor baik dekor rumah, gereja dan pelaminan dari tetangga rumah :p tapi saya ngeyel pakai paket dari Catering aja, yang udah jelas - jelas berpengalaman :p Win - win solutionnya, akhirnya dekor rumah dan gereja dipasrahkan pada tetangga kami, Pak Joko sedangkan dekor pelaminan di gedung diserahkan pada pihak Rose Catering. Akhirnya saya deal dengan pihak catering, dengan bu Yuli tentang dekorasi pelaminan saya. Browsing - browsing dan saya jatuh cinta pada pelaminan ini Maafkeun, saya lupa catat gambar ini sumbernya dari mana >__<  googling aja sih dan udah lama juga nyarinya.... Poin yang saya tekankan pada Bu Yuli adalah bahwa dekor pelaminan saya nantinya : 1. Tidak full gebyok. Seperti pada foto, gebyok cuma di tengah, pas kursi pengantinnya aja.  2. Bunga full dan warna - warni, oh gosh, ini yang bikin mahaaaal >__< dari awal Bu Yuli sudah mengingatkan sih, kalau bunganya seb...

Balada Nama Kami Berdua & Progress Undangan

Image
Yups, seperti saya sudah pernah cerita tentang riwayat nama panggilan saya di   Diary Mak Pe , jadi panggilan saya itu banyak. Di rumah dipanggil Dhani, dulu jaman kuliah dipanggil Ve, sekarang kerja dipanggil Vero :D Demikian juga calon suami saya. Nama lengkapnya Danang Aryo Prakoso. Di rumah dipanggil Danang, di kantor BWI dipanggil Aryo, teman - teman teater juga panggilnya Aryo, sementara panggilan teman-teman kampusnya beda lagi, ada Ucil, Bejo dan entah sepertinya banyak lagi :p Dan di Kereta Madiun Jaya itu, Saya memperkenalkan diri dengan nama "Vero" dan dia "Danang". Well, hal pertama yang terlintas dalam benak saya : Oh no, kenapa dengan Danang?? Teman kantor saya ada yang namanya Pak Danang. Suami atasan saya juga namanya Pak Danang :p dan saya ini paling tidak bisa dengan sesuatu yang pasaran >__< makanya ketika kami mulai dekat, saya minta izin padanya, "Boleh nggak kalo aku panggil Mas Aryo aja? Soalnya di kantorku udah banyak yang...

Kostum Kami Nanti :p

Image
Lupakan kejengkelan tentang Undangan. Kali ini saya mau posting tentang Kostum  :) Seperti saya pernah ceritakan, bahwa tidak ada Beskap yang ukurannya PAS buat mas yang bertubuh mungil, maka untuk acara resepsi, saya dan Mas sepakat mau jahit perdana sepasang beskap dan kebaya warna Tosca. Okeh, untuk baju resepsi semua urusannya Bu Yayuk, perias saya. Mas juga sudah diukur badannya untuk dibikinin beskap. Saya, katanya ga perlu ukur badan :p Kenapa ye?? Badan ideal kali yaa :p Saya cuma request model ga usah berbuntut panjang. Selain mahal, kayanya juga ga bakal terlalu keliatan kok. Wong foto di pelaminan kan cuma keliatan depannya tok :p Sedangkan untuk pemberkatan di Gereja, saya mau pakai kebaya wana putih. Sempat nyoba 2 kebaya warna putih. Bagusan yang mana?? Yang ada aksen gold nya itu buntutnya panjang, nyapu lantai. Huft, si Mas ni gak pinter ambil angle fotonya :p cuma depannya tok yang difoto :p   Kalau yang satunya, ga sampai ada buntutnya dan...

Undangan, Hiks

Dear bridezilla, siang ini habis dari Percetakan undangan, dan saya shock T__T Harga undangan kami yang semula 5.000,-  naik jadi -ditawarkan 6.500,- gara-gara kami pengen undangan dicetak tiga macam, sesuai jam resepsi kami. Jadi ceritanya resepsi kami bakal digelar dalam tiga sesi, nah kami pengennya jam resepsi di undangan itu dibuat berbeda- beda, tidak mau kalau cuma ditutup dengan sticker.  Salah saya juga sih, enggak menanyakan hal tersebut sejak awal. Padahal waktu survey di percetakan lain, saya sempat nanya, dan mereka bilang ga mengubah harga. Saya pikir sama aja, tapi ternyata di vendor saya ini kok kenaikan harganya drastis banget T_T Tawar punya tawar akhirnya sepakat di harga 5.800,-  Total kami harus nambah 560.000,- Hiks  Udah gitu, sejak pertama kali dibikinin desain, saya sebenarnya udah feel ga enak >__< karena desainnya kurang elegan. Tapi karena sejak awal kami ngincer harga murahnya, makanya kami nekat pesen disana. udah DP h...

Administrasi Gereja dan Catatan Sipil DONE

Hay hay, back to wedding prep post :) Saya mau berkabar bahagia, urusan administrasi (yang paling jadi momok) baik administrasi Gereja maupun catatan sipil sudah selesai. Selesai artinya sudah lengkap semua dan sudah dikumpul di sekretariat Gereja. Plus bayar biaya catatan sipil sebesar 175.000 dibayarkan di sekret gereja juga. Sedikit tips untuk yang baru mau mulai mengurus administrasi pernikahan : 1. Pihak pria sebaiknya mulai mengurus administrasi N1-N4 lebih dulu, karena untuk mendapatkan N1-N4 di pihak perempuan, membutuhkan fotokopian berkas N1-N4 dari pihak pria. 2. Siap - siap makan hati jika petugas Kelurahan/Desa minta biaya. Di Kelurahan saya, Salatiga, "cuma" diminta 20.000, sedangkan di DESA MAKAMHAJI, KARTASURA tempat calon suami saya mengurus N1-N4, harus bayar sebesar 100.000!!!! tanpa kuitansi atau bukti pembayaran!! Kalau mau bahas ini jadinya pasti panjang dan saya kemarin sempat marah - marah juga karena mas pasrah aja diminta uang segitu, mala...

Bogor, Alone, Part 2 : Hunting Oleh - Oleh

Acaranya itu nggak jelas. Molor jelas!!! Di jadwal ditulis pendaftaran peserta mulai jam 13.00, saya jam 12.00 dah sampai hotel dah pengen mandi ternyata check in baru bisa jam 14.00, itupun harus menunggu panitia datang. Singkat cerita baru jam 15.00 saya bisa mandi :p dan entah kenapa jadi kepikiran pengen banget asinan bogor. Langsung saya tanya Om gugel dan nemu dua blog yang cerita dengan menggairahkannya kuliner - kuliner di Bogor.  Ini Yang Pertama , bikin saya makin ngiler pengen Asinan Bogor Gedung Dalam dan Roti Unyil Venuss :p Fyi, saya nginep di Hotel Salak, yang ternyata dekat banget sama Stasiun Bogor, jalan kaki aja nyampe :p Bad news nya, di Bogor kota ini agak susah cari taksi. sepanjang hari saya jarang banget lihat taksi. Tanya punya tanya, ternyata taksi cuma ada di sekitar terminal Damri. Jadiii....ketika mau cari oleh - oleh, saya harus ngangkot. Browsing is not enough, karena saya sama sekali ga ada gambaran peta kota Bogor. Akhirnya saya nanya res...